Kasidah Rebana

Tari Sema

Puisi Sulaiman Djaya

Aku tiba-tiba jatuh cinta
hanya karena dua matamu
yang mirip senja.
Sejak itu kubayangkan gugusan rambutmu

seumpama belantara
dan kuamsal tawamu sebagai gemuruh hujan
menggempur tanah dan semesta.
Aku tak tahu harus berkata apa

ketika hatiku dirundung sepi
yang perwira.
Telah kutulis ribuan kalimat
dan umpama

tapi tak kutemukan
kiasan bagi parasmu
yang teramat sederhana
sesederhana kegembiraan para pemuja

yang menyanyikan duka-lara mereka
dengan tabuhan
dan dendang rebana.
Cinta itu, duh Adinda sayang,

seperti ketika engkau merenungkan
dan memandang
pohon-pohon basah yang diam
selepas asar dikumandangkan

dan sunyi di dalam dada
sama sunyinya dengan lengang jalanan
diantara sisa rintik
mericik di kalbu sendiri.

(2016)

Turkish Alevi community at Gazi Cem Evi Istanbul
Turkish Alevi community at Gazi Cem Evi Istanbul
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s